Jumat, 31 Mei 2019

"Takir" Hidangan Khatam Quran Bebas Sampah


Foto : Linda Kurnia N
Lokasi : Desa Sidorejo

Takir adalah hidangan nasi gurih dengan campuran bumbu kacang  serta daging ayam dan kerupuk yang dibungkus dengan daun pisang, hidangan ini disajikan setahun sekali, tepatnya saat Khatam Quran setelah hampir sebulan melaksanakan tadarus Quran seusai sholat tarawih.

Takir adalah hidangan yang dinanti2 karena rasanya yang begitu enak, dengan aroma daun pisang yang khas dinikmati bersama-sama dalam rasa Syukur atas nikmat bulan Ramadhan.

 Takiran sudah ada sejak dahulu, bahkan sedari kecil di Bengkulu. Daerahku ini memang bukan asli Bengkulu, namun mayoritas adalah penduduk asli Jawa, dimana budaya ini dibawa dari Jawa

Di zaman yang serba praktis ini kami masih mempertahankan membungkus nasi dengan daun pisang, seperti yang kita tau bahwa tempat makan atau pengemasan makanan dalam sekala besar sekarang biasanya menggunakan sterofom atau plastik sejenis lainnya, ya karena praktis ga ribet, itu alasannya.

Namun dari data McKinesy and Co dan Ocean Conservasy bawasanya Indonesia menepati peringkat kedua penghasil sampah plastik di dunia Setelah China. Tentunya kita tidak boleh berbangga ya akan hal itu.kembali lagi pada topik.

Takir hidangan Khatam Quran bulan ramadhan yang harus tetap dilestarikan , dengan tetap membungkusnya dengan daun pisang, ini adalah upaya mengurangi sampah plastik yang kita tau bahwa plastik terurai Beratus bahkan beribu tahun. Minimnya pengelolaan sampah maka dari itu mulai dari sekarang kita kurangi penggunaan plastik. Daun pisang adalah cara yang bagi saya sangat efisien, selain ditempat saya tinggal mengambil dikebun, jika dipasar ini lebih murah dari pada plastik atau sterofom.

Mari kita Kampanyekan untuk mengurangi penggunaan plastik yang dapat menimbulkan sampah yang lama terurai. dimulai dari diri sendiri, Lingkungan dan Mulai dari Sekarang.

Takir semoga kita berjumpa di Ramadhan Tahun depan.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dengan tetap selalu Bersyukur

#Indonesiabebassampah

Fitri Noviyanti

Rabu, 01 Mei 2019

Banjir Merusak Sekolahku “Selamat Hari Pendidikan Nasional"


Oleh: Fitri Noviyanti
Foto : SD 04 Bang Haji Bengkulu Tengah

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Semboyan Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarsa Sung Tulada (dari depan, seorang pendidik harus memberikan teladan yang baik). Ing Madya Mangun Karsa (dari tengah, seorang pendidik harus dapat menciptakan prakarsa atau ide). Serta Tut Wuri Handayani (dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberi arahan). Makna dari semboyan tersebut sangatlah kompleks dalam Pendidikan. Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Lalu bagaimana Pendidikan pada zaman sekarang? Pada Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 ini silahkan merefleksi masing-masing mengenai pendidikan saat ini, karena pada hari penulis ini tidak akan menggali mengenai hal tersebut. Silahkan lihat, rasakan serta simpulkan sendiri.

Bengkulu, pada hari ini 2 Mei 2019 Sekolahku SD Negeri 04 Bang Haji Desa Air Napal, Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah  rusak dilanda banjir dan longsor pada Sabtu 27 April 2019 lalu bahkan beberapa kelas rata dengan tanah. Banjir dan longsor yang melanda Provinsi Bengkulu ini adalah yang terbesar, banjir melanda diantaranya Kota Bengkulu , Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Lebong , Kepahiang dan Terparah Bengkulu Tengah. Akses antar kotapun lumpuh karna tanah longsor, jalan amblas dan juga jembatan putus. Dari  rilis media oleh Genesis Bengkulu banjir ini akibat mulai menurunnya daya serap kawasan terhadap air hujan yang saat ini menurun sehingga menyebebkan sungai meluap. Kawasan sungai telah dibebani dengan izin-izin perkebunan sawit serta pertambangan batu bara yang sebelumya kawasan ini adalah kawasan hutan sehingga hal ini menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Bencana melanda Provinsi Bengkulu, bahkan sekolahku lalu lantah diterjang banjir. Pada hari pendidikan sebelumya biasanya kami merayakan dengan berterimakasih kepada guru dengan memberi ucapan, bunga, lomba maupun acara-acara lainnya, namun pada saat ini hari kami berduka. Sekolah rusak, buku-buku pelajaran terendam lumpur, sekolahpun libur, banyak ketertinggalan pelajaran bahkan terganggunya ujian sekolah. Trauma juga dirasakan bagi masyarakat dan anak-anak dimana rumah-rumah hanyut rusak bahkan rata dengan tanah. Ketakutan ketika kedepan akan terjadi lagi. Sudah saatnya kita semua menjaga Alam, apakah menunggu dampaknya baru muncul kesadaran?

Teruntuk para penguasa, hentikan perizinan Tambang dan perkebunan dalam skala besar di Kawasan Hutan Bukit Barisan, hentikan eksploitasi sumber daya alam berbasis industri ekstratif agar kedepannya tidak terjadi banjir dan tanah longsor yang lebih parah. Akibat kepentingan individu dalam memperkaya diri sehingga banyak merugiikan rakyat seperti sekarang ini. Sebagai wakil rakyat seharusnya berdiri atas kepentingan rakyat, jangan hanya sibuk memperkaya diri, bahkan apakah sekarang sibuk dalam memperebutkan kursi rakyat? Pilpres? Atau sibuk kajian pindah ibu kota negara?

Banyak sekolah-sekolah yang rusak, rumah, serta sarana umum lainnya, SD 04 kecamatan Bang Haji adalah salah satu dari sekian banyak sekolah yang rusak akibat banjir. Mereka para anak bangsa harapan para orang tua ingin menjadi anak yang cerdas dan membagakan keluarga, mereka hanya ingin sekolah kembali seperti biasanya dengan bangunan yang layak, buku-buku pelajaran, suasana kelas yang nyaman serta berharap tidak akan terjadi bencana lagi, trauma memang sangat dirasakan, namun kita semua harus bangkit serta  harapan bahwa kita semua sadar dan dapat menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan dan melestarikan hutan untuk kehidupan yang akan datang dan tidak ada lagi bencana akibat ulah manusia.

Salam Lestari..

Selamat Hari Pendidikan Nasional
Dari sekolah-sekolah Terdampak Bencana

Bengkulu, 02 Mei 2019

Jumat, 19 April 2019

Perjalanan Pulang

Disepertiga malam matahari terang,
Turut hadir bintang-bintang,
Kudapun masih berlalu lalang,
Dalam perjalanan pulang,
Beribu harapan,
Beribu kekecewaan,
Beribu pertikaian,
Petani , buruh dan nelayan,
Mengharapkan kesejahteraan,
Sedang yang mengkaji dengan kecerdasan,
Mereka dilanda kekecewaan,
Yang hidup dalam dunia Maya sibuk cuitan,
Bersaudarapun lalu bermusuhan,
Sangat melelahkan,
Namun hari tak kunjung larut malam,
Bahkan tak hujan...

#07
Kabawetan, 18 April 219
02.15 WIB
F.N

Selasa, 26 Maret 2019

Dalam Purnama Maret



Ku suarakan isu-isu perempuan,
Dari kekerasan juga penindasan
Menyuarakan gerakan kesetaraan,
Sebagai bentuk perlawanan,

Ku beritakan pula asap-asap dihutan,
Yang semestinya dilestarikan,
Untuk menjaga keseimbangan alam,

Tak tertinggalan aliran sumber kehidupan,
Menjaganya adalah kewajiban,
Untuk hidup berkepanjangan,

Terakhir akan ku tuliskan,
Untuk berterimakasih kepada Tuhan,
Atas segala ciptaan,
Dan teruntuk kau yang telah dilahirkan,

Selamat Ulang Tahun

Bengkulu, 26 Maret 2019
Fitri Noviyanti
#07

Kamis, 07 Maret 2019

Sosialisasi Pemilu Serentak 2019 KPU Kepahiang Bekerjasama dengan Karang Taruna Bandung Baru Kecamatan Kabawetan

(Foto istimewa)

Sosialisasi Pendidikan Pemilu Tahun 2019 Kamis, 7 Maret 2019 KPU Kabupaten Kepahiang melalui Relawan Demokrasi bekerjasama dengan Karang Taruna "Taruna Jaya" Desa Bandung Baru Kecamatan Kabawetan, kabupaten Kepahiang disambut antusias warga mulai dari pemuda, perangkat desa serta warga masyarakat.

Sosialisasi Pendidikan Pemilu yang disampaikan langsung oleh Komisioner Kabupaten Kepahiang Bapak Supran Efendi dan Bapak Nur Hasan diikuti warga dengan antusias, Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 17 April 2019 Sangat perlu diadakannya sosialisasi, pasalnya pemilu serentak pada tahun ini masyarakat akan mencoblos 5 Surat suara di antaranya warna Abu-abu untuk surat suara Presiden, warna Kuning untuk DPR RI, warna Merah DPD RI, warna Biru DPRD Provinsi serta Warna Hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota. Banyaknya surat suara serta hal-hal teknis seperti pindah memilih, pemilih yang tidak bisa datang ke TPS,dan lain-lain sangat perlu untuk diketahui. Dalam sosialisasi bapak Supran Efendi selaku narasumber berpesan  agar bapak-bapak/ibu yang hadir dalam sosialisasi dapat menyampaikan kepada masyarakat lain yang belum sosialisasi, selain itu bapak Nur Hasan juga menyampaikan bahwa masyarakat jangan golput dan jangan menerima uang maupun barang dari caleg untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jikalau ada hal tersebut menghimbau agar masyarakat dapat melapor ke Pengawas Pemilu. Karang taruna Bandung Baru Gilang Wahyu.S juga menyampaikan terimakasih kepada KPU Kabupaten Kepahiang atas kerjasama sosialisasi , diharapkan pemuda dapat berperan aktif dalam mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019.

Sosialisasi Pendidikan Pemilu diharapkan dapat menekan angka Golput dan meningkatkan partisipasi pemilih dalam Mencapai Target 80% di Kabupaten Kepahiang.

Fitri Noviyanti
Relawan Demokrasi

Kamis, 21 Februari 2019

Kurangi Penggunaan Plastik Kresek (mangko Idak nyampah)


Oleh : Fitri Noviyanti
Foto : ithajer.con

Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati 21 Februari 2019, berawal dari kejadian longsor sampah di TPA Leuwigajah Jawa Barat, pada tanggal 21 Januari 2015 yang menimbun puluhan rumah dan menewaskan 100 Jiwa yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang buruk dan untuk pertama kalinya mencanangkan Kementrian Negara Lingkungan Hidup pada tanggal 21 Februari 2006 sebagai hari Peduli Sampah Nasional.

Bagaimana Permasalahan sampah saat ini ?
Indonesia menempati peringkat ke dua penyumbang sampah plastik dilaut terbesar Dunia setelah China(www.sampahmuda.com), belum lagi sampah di sungai maupun pengelolaan TPA yang buruk. Setiap hari manusia menyumbangkan sampah terutama plastik. Himbauan untuk tidak membuang sampah dan tersedianya tempat sampah merupakan upaya penanggulangan, seharusnya upaya pencegahan lebih di prioritaskan.

Indonesia dengan jumlah penduduk hingga 225 juta setiap hari menghasilkan sampah baik organik maupun anorganik dengan perbandingan jumlah hampir sama. Permasalahan utama adalah kesadaran masyarakat akan membuang dan memproses serta memilah sampah masih sangat rendah dengan didukung sistem pengelolaan sampah yang masih buruk.

Jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari di Indonesia hingga mencapai 11,330 ton per hari. Jika diambil rata-rata maka setiap orang menghasilkan sampah sebesar 0.050 Kg per hari. Jika jumlah sampah itu dihasilkan dalam hitungan hari tinggal dikalikan dengan tahun, maka sampah yang dihasilkan hingga mencapai 4.078.800 ton.

Berapa lama sampah non organic bisa dihancurkan oleh alam?
Agar alam bisa menguraikan atau menghancurkan sampah anorganik diperlukan waktu yang lama:

1.plastik diperlukan waktu 50 - 100 tahun untuk terurai
2.puntung rokok 10 tahun
3.kaleng soft drink (alumunium) 80 - 100 tahun
5.kardus 5 bulan
6.kulit jeruk 6 bulan
7.kulit sepatu 25 - 40 tahun
8.kertas 2 - 5 bulan, 9.baterai 100 tahun
10.sterofoam tidak dapat diuraikan
11.almunium 80 - 100 tahun
12. plastik (bungkus detergen dll) 50 - 80 tahun
13. kantung plastik (tas kresek) diperlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk hancur.

Apa jadinya lingkungan atau bumi kita ini kalau setiap orang orang membuang sampah sembarangan, pasti akan jadi planet sampah. Plastik saja baru bisa hancur setelah 50 sampai 100 tahun, bahkan strefoam ternyata tidak bisa hancur.

Kesadaran masyarakat meganai sampah harus tertanam untuk mengurangi sampah dengan contoh belanja tidak menggunakan plastik bisa diganti dengan tas kain, atau mengurangi dari pemakaian plastik yang berlebihan, selain itu penggunaan pembalut atau popok bayi bisa di alihkan dengan pembalut/popok bayi yang bisa dicuci, memilih produk yang meminimalisir penggunaan plastik/ produk isi ulang dan sebagainya. Kesadaran dalam kesehatan juga penting, karena dampak yang ditimbulkan oleh sampah seperti pencemaran lingkunganl yang dapat menyebabkan penyakit gatal-gatal dan lain-lain.

Mari Kampanyekan untuk mengurangi/tidak menggunakan plastik, mari bersama-sama menyelamatkan Bumi untuk anak cucu kita nanti.
Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan.
Mulai dari sekarang

Sumber :
Petungsewu Widllife Education Center (P-WEC)

www.sampahmuda.com

Bengkulu , 21 Februari 2019
19.32 WIB

Rabu, 06 Februari 2019

Kekerasan terhadap Perempuan! Aku pernah menjadi Korban


Saya yakin banyak perempuan yang mengalami kekerasan baik itu seksual, fisik,psikis dll,
Data yang dikeluarkan oleh Lembaga perempuan seperti Komnas Perlindungan Perempuan dan anak serta lembaga lainnya adalah data mereka (korban) yang melaporkan kepada lembaga tersebut atau ke pihak berwajib.
Saya yakin bahwa masih banyak perempuan yang enggan bercerita, karena berbagai alasan  seperti AIB dan  sebagainya. Mitos keperawanan dan pemerkosaan menyudutkan korban kekerasan seksual dan enggan melapor karena takut alami kekerasan lanjutan dari masyarakat. Saya adalah salah satunya, dari dulu saya hobi berkemah ,ketika SMA saya berkemah pada acara Akbar ,artinya melibatkan banyak extrakurikuler, dengn rasa percaya saya tidur diruang salah satu kelas, belum terlalu tertidur sekumpulan pelajar laki-laki datang ke kelas itu, saya sendirian.. saya fikir mereka ya mau istirahat, namun sekitar 6 orang mengerumuni saya, kaki saya disentuh dengan bambu,  saya diam dan ketakutan selain itu mereka juga berkata yang tidak-tidak soal saya, hingga ketika bambu itu menyentuh bagian dari tubuh saya, saya memberanikan diri melawan dan lari menangis sambil minta tolong. Sangat marah teman2 dari organisasi saya melihat kondisi ini sampai mereka berkelahi membawa pisau..
Akhirnya tengah malam permasalahan ini diselesaikan, jujur saya merasa terpojok lagi-lagi karena tidak ada saksi yang melihat ini tidak cukup kuat, selain itu pihak yang menyelesaikan bilanv bahwa ini daerah tempat anak laki-laki (pelaku) jadi dari pada urusan panjang , damai saja..
Saya menangis dan tak bisa berbicara, ingin sekali rasanya saya membacok para pelaku, Tapi waktu itu saya tidak bisa berbuat apa-apa...
Saya sempat trauma akan hal itu,namun saya harus bangkit.

Semenjak kejadian itu saya berusaha membentengi diri dengan membuktikan bahwa perempuan kuat, bahwa perempuan mampu dan tidak bisa dilecehkan, saya fikir perempuan harus cerdas dan berprestasi, saya buktikan itu dengan memimpin di setiap organisasi yang saya ikuti. Saya tidak mau kalah dengan laki-laki, saya fikir perempuan juga mampu..
Namun selain itu saya juga tidak mau berpacaran sampai saat ini, yah pernah pacaran paling lama 4 bulan, bagi saya pacaran menakutkan , masih seputaran soal kekerasan.. bahkan saya tidak mau menikah banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, namun saya berusaha untuk menyadarkan diri..

Saya beruntung bisa kuliah bimbingan konseling yang awalnya kesasar jurusan namun Alhamdulillah  ini kuliah kehidupan, saya konseling dengan otomatisnya.

Kembali lagi pada kekerasan seksual, akhir-akhir ini banyak sekali kasus disekitaran daerahku bahkan sudah marak terjadi, terakhir anak SD yang sudah 2 tahun dicabuli oleh tetangga rumahnya sampai alat kelaminnya sudah seperti orang yang pernah melahirkan, ini di daerah saya, dikhasus sebelumnya saya ikut serta dalam penanganan , tapi tindak lanjut jangka panjang terkendala karena jarak, namun saya tetap memantau.

Pendidikan seks memang diperlukan terhadap anak-anak, berbicara seks bukan hal yang tabu untuk dibicarakan, seseorang harus mengetahui sejak dini bagian tubuh yang tidak boleh dipegang...

Kepada teman-teman bercerita dan berbagi itu bukanlah suatu yang mengerikan, dengarkan jika ada korban, lapor jika kita, mengalami dan melihat kekerasan..

Korban kekerasan , pemerkosaan kalian suci, siapa bilang tidak suci karena pernah diperkosa dll lantas kamu tak suci?
Tidak..!
Itu soal fisik yang ketika mati akan membusuk, namun tidak dengan kesucian fikiran..

Fitri Noviyanti
Kabawetan, 06 Februari 2019

Surat Izin Mimpi

Untukmu yang masih menjadi rahasia Tuhan namun sudah tertulis di Lauhul Mahfuz Ini adalah mimpiku yang tanpa kudiskusikan kepadamu dahulu. T...