Disepertiga malam matahari terang,
Turut hadir bintang-bintang,
Kudapun masih berlalu lalang,
Dalam perjalanan pulang,
Beribu harapan,
Beribu kekecewaan,
Beribu pertikaian,
Petani , buruh dan nelayan,
Mengharapkan kesejahteraan,
Sedang yang mengkaji dengan kecerdasan,
Mereka dilanda kekecewaan,
Yang hidup dalam dunia Maya sibuk cuitan,
Bersaudarapun lalu bermusuhan,
Sangat melelahkan,
Namun hari tak kunjung larut malam,
Bahkan tak hujan...
#07
Kabawetan, 18 April 219
02.15 WIB
F.N
Langganan:
Postingan (Atom)
Surat Izin Mimpi
Untukmu yang masih menjadi rahasia Tuhan namun sudah tertulis di Lauhul Mahfuz Ini adalah mimpiku yang tanpa kudiskusikan kepadamu dahulu. T...
-
Perempuan di Era Globalisasi dalam Mencerdaskan Generasi Oleh: Fitri Noviyanti Di era globalisasi ini dimana zaman segala se...
-
Fitri Noviyanti Indonesia tanah air Beta Beta beli air di tanah air Indonesia negeri agraris Namun Ladang dan sawah terkikis Petan...
-
Untukmu yang masih menjadi rahasia Tuhan namun sudah tertulis di Lauhul Mahfuz Ini adalah mimpiku yang tanpa kudiskusikan kepadamu dahulu. T...